Review Anime Grand Blue. Grand Blue tetap jadi salah satu anime komedi paling ikonik dan brutal dalam menggambarkan kehidupan mahasiswa pecinta minum di tahun 2026, meski adaptasi anime-nya hanya satu musim yang tayang beberapa tahun lalu; cerita mengikuti Iori Kitahara, mahasiswa baru jurusan teknik mesin yang awalnya berniat menjalani kehidupan kampus tenang dan damai di kota pantai, tapi malah terseret masuk ke klub selam Peek-a-Boo yang dihuni segerombolan senior gila pesta, sehingga harapan Iori untuk hidup normal langsung hancur lebur di tengah pesta pora tanpa henti, tantangan minum yang absurd, dan situasi memalukan yang terus bertumpuk, membuat anime ini bukan sekadar komedi biasa melainkan potret jujur sekaligus dilebih-lebihkan tentang bagaimana kehidupan mahasiswa bisa berubah jadi kekacauan total hanya karena salah pilih lingkungan pertemanan, dan hingga sekarang serial ini masih sering ditonton ulang karena humornya yang sangat relatable bagi banyak orang yang pernah merasakan suasana serupa. BERITA BASKET
Karakter Utama dan Dinamika Klub yang Kacau Balau: Review Anime Grand Blue
Iori Kitahara adalah protagonis yang sangat mudah dibenci sekaligus disayang karena sifatnya yang polos tapi gampang terpengaruh; dia sering berusaha menolak ajakan minum tapi akhirnya ikut juga karena tekanan teman dan situasi, sementara Kohei Kanzaki, teman sekamarnya yang super jago minum dan punya fisik seperti binaragawan, jadi penyebab utama kekacauan dengan semangat pestanya yang tak pernah padam, lalu ada Chisa Kotegawa sebagai satu-satunya anggota cewek di klub yang serius dan jago selam tapi sering kali malu-malu saat pesta berlangsung, ditambah senior-senior seperti Shinji Tokita dan Ryuujirou Kotobuki yang punya kepribadian eksentrik serta obsesi memalukan Iori, sehingga dinamika di klub Peek-a-Boo terasa seperti keluarga disfungsional yang penuh cinta—mereka saling meledek tanpa ampun, memaksa satu sama lain minum sampai mabuk berat, tapi di saat yang sama saling mendukung dalam latihan selam dan menghadapi masalah, membuat penonton bisa merasakan ikatan persahabatan yang kuat di balik semua kekonyolan dan keputusasaan Iori yang terus bertambah.
Gaya Komedi dan Eksekusi Visual yang Brutal: Review Anime Grand Blue
Komedi Grand Blue sangat mengandalkan ekspresi wajah ekstrem, timing yang tajam, dan kontras antara momen serius saat latihan selam dengan kekacauan pesta yang langsung meledak; salah satu ciri khasnya adalah penggunaan panel-panel hitam-putih ala manga untuk menonjolkan reaksi syok atau keputusasaan karakter, yang kemudian diadaptasi dengan sangat baik ke animasi sehingga terasa seperti manga hidup, ditambah lagi lelucon yang sering melibatkan minum-minuman keras dalam jumlah gila, tantangan telanjang di pantai, atau situasi memalukan yang melibatkan foto dan video, semuanya dieksekusi tanpa sensor berlebihan sehingga terasa sangat mentah dan jujur, sementara adegan selam yang seharusnya indah justru sering terganggu oleh flashback mabuk atau dialog absurd, membuat transisi antara bagian serius dan konyol terasa alami dan semakin memperkuat kesan bahwa hidup mahasiswa itu memang campuran antara indah dan mengerikan, terutama ketika alkohol terlibat.
Dampak dan Mengapa Masih Relevan Sampai Sekarang
Hingga tahun 2026, Grand Blue masih sering muncul di rekomendasi komedi mahasiswa karena keberaniannya dalam menampilkan sisi gelap dan lucu dari budaya minum di kampus tanpa menghakimi, sehingga banyak penonton merasa terwakili—baik yang pernah ikut pesta gila maupun yang hanya mengamati dari jauh sambil bersyukur tidak terlibat; manga aslinya terus berlanjut dengan chapter baru yang masih mempertahankan formula yang sama, membuat penggemar berharap adaptasi musim kedua suatu hari nanti, sementara di komunitas anime, klip-klip pesta Iori atau momen “Grand Blue” ikonik masih sering beredar dan membuat orang baru tertarik, karena humornya tidak bergantung pada tren sementara melainkan pada pengamatan tajam terhadap perilaku manusia saat mabuk dan tekanan sosial di lingkungan pertemanan, sehingga anime ini tetap terasa fresh meski sudah cukup lama dan terus jadi pilihan utama bagi siapa saja yang ingin tertawa keras sambil sedikit merinding mengingat masa-masa liar mereka sendiri.
Kesimpulan
Grand Blue adalah anime komedi yang berhasil menyatukan kekacauan pesta mahasiswa dengan kehangatan persahabatan dan keindahan olahraga selam dalam satu paket yang sangat adiktif; dari kegagalan Iori menjalani hidup normal, lelucon brutal yang tak kenal ampun, hingga momen-momen kecil yang menunjukkan betapa pentingnya teman di tengah kekonyolan, semuanya disajikan dengan eksekusi yang konsisten dan sangat menghibur, sehingga meski hanya satu musim, dampaknya masih sangat kuat hingga sekarang dan sering membuat penonton ingin menonton ulang atau langsung membaca manga-nya; kalau kamu mencari komedi yang mentah, lucu, dan sedikit menyakitkan sekaligus menghangatkan hati, Grand Blue adalah pilihan yang sulit dikalahkan, dan siapa tahu setelah menonton kamu akan sedikit lebih mengerti kenapa banyak orang bilang “hidup mahasiswa itu indah, tapi juga gila”.