Review Anime Dragon Ball Super. Anime Dragon Ball Super yang tayang dari tahun 2015 hingga 2018 tetap menjadi salah satu seri paling banyak dibicarakan dan paling ditonton ulang dalam franchise shonen hingga sekarang, di mana cerita melanjutkan petualangan Son Goku serta teman-temannya setelah mengalahkan Majin Buu dengan fokus pada ancaman baru dari tingkat dewa serta turnamen antar alam semesta, dengan total 131 episode anime ini berhasil membawa kembali semangat klasik sambil memperkenalkan konsep baru seperti Super Saiyan God serta Ultra Instinct yang langsung menjadi ikon baru, hingga kini di tahun 2026 seri ini masih sering menjadi bahan diskusi karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap genre aksi shonen modern serta momen-momen epik yang terus dikenang, membuatnya menjadi jembatan penting antara era klasik dan perkembangan terbaru dalam dunia Goku. BERITA BASKET
Animasi dan Desain Visual yang Berkembang: Review Anime Dragon Ball Super
Animasi Dragon Ball Super menunjukkan peningkatan signifikan seiring berjalannya seri terutama di arc-arc akhir dengan studio yang berbeda memberikan kualitas yang lebih stabil serta efek visual yang lebih halus dibandingkan awal tayang, desain transformasi Super Saiyan God serta Blue terasa sangat megah dengan aura merah dan biru yang menyala serta detail rambut yang lebih tajam, Ultra Instinct dengan rambut perak serta mata biru cerah menjadi salah satu momen visual paling ikonik karena gerakan yang sangat lancar serta efek cahaya yang dramatis, latar belakang alam semesta serta arena turnamen dibuat dengan skala besar sehingga pertarungan terasa benar-benar kosmik, meskipun beberapa episode awal terlihat agak inkonsisten karena perubahan studio secara keseluruhan visual serta desain produksi berhasil menciptakan pengalaman yang sinematik dan mengesankan terutama di arc Tournament of Power yang menjadi puncak teknis seri ini.
Karakter dan Hubungan yang Tetap Kuat: Review Anime Dragon Ball Super
Karakter menjadi salah satu alasan utama kenapa Dragon Ball Super tetap dicintai dengan Son Goku yang semakin matang sebagai ayah serta pelindung Bumi namun tetap mempertahankan kepolosan serta semangat bertarungnya, perkembangannya dalam menguasai Ultra Instinct terasa sangat memuaskan karena menunjukkan bahwa bahkan karakter terkuat pun masih perlu belajar, Vegeta yang semakin kompleks dengan rivalitas sehat terhadap Goku serta peran sebagai ayah yang lebih peduli memberikan arc emosional yang kuat terutama di arc Moro serta Granolah, Gohan serta Piccolo yang kembali mendapat spotlight besar menjadi salah satu kepuasan terbesar bagi penggemar lama karena keduanya diberi kesempatan bersinar lagi setelah lama berada di bayang-bayang Goku, hubungan antar karakter terasa seperti keluarga besar yang saling mendukung sehingga setiap pertarungan terasa emosional karena taruhannya bukan hanya kemenangan melainkan ikatan serta kepercayaan, secara keseluruhan fokus pada “nakama” serta perkembangan karakter membuat seri ini terasa hangat dan emosional sepanjang perjalanan panjang.
Alur Cerita dan Kekuatan serta Kelemahan
Alur Dragon Ball Super terbagi menjadi beberapa arc besar mulai dari Battle of Gods hingga Tournament of Power dengan tambahan arc Moro serta Granolah di manga yang kemudian diadaptasi, kekuatan utama terletak pada kemampuan membangun ketegangan serta momen emosional yang membuat penonton terus mengikuti perkembangan Goku serta teman-temannya, kelemahan yang sering disebut adalah pacing yang kadang lambat di arc filler serta pengulangan pola di mana musuh baru selalu lebih kuat namun dikalahkan dengan transformasi baru atau semangat persahabatan, meskipun demikian arc Tournament of Power menjadi salah satu puncak terbaik dengan pertarungan tim yang intens serta eliminasi yang menegangkan, ending yang memberikan penutupan damai serta harapan akan petualangan baru membuat banyak penonton merasa puas setelah perjalanan panjang, secara keseluruhan alur cerita berhasil mempertahankan semangat shonen klasik sambil memberikan perkembangan dunia serta karakter yang cukup signifikan sepanjang 131 episode.
Kesimpulan
Secara keseluruhan Dragon Ball Super adalah kelanjutan yang berhasil mempertahankan semangat seri klasik sambil membawa elemen baru seperti dewa serta transformasi modern sehingga terasa segar namun tetap setia pada akarnya, dengan animasi yang semakin matang, karakter yang berkembang, serta momen-momen epik yang tak terlupakan anime ini tetap menjadi salah satu seri shonen paling berpengaruh hingga sekarang, bagi penggemar cerita tentang pertumbuhan diri serta pertarungan besar anime ini patut ditonton ulang karena mampu memberikan rasa semangat serta motivasi melalui pesan bahwa kerja keras serta ikatan dengan teman bisa mengalahkan segala rintangan, patut menjadi bagian daftar tontonan wajib bagi siapa saja yang menyukai shonen dengan hati besar, dan di tengah maraknya seri modern yang sering fokus pada kekuatan individu anime ini mengingatkan bahwa kekuatan terbesar sering kali datang dari orang-orang di sekitar kita serta semangat yang tak pernah menyerah.